Ingin Pulang

Puncak cahaya dari satu khayalan yang paling sederhana namun jelas yang terbaik. Belum nyata, dan memang belum sampai juga. Namun kerlipnya sudah sesekali terasa.

Tolong jangan bilang lagi bahwa ini terlalu mewah. Karma baik, karma buruk, ia paham itu semua. Ia juga tidak akan pernah lupa.

Doa tidak mungkin akan berkarat kan?

Mungkin saja masih setengah jalan menuju surga. Atau malah sudah dijawab, tinggal menunggu waktu untuk membisikkannya.

Entah akan ada sorak sorai yang gempita, atau senyum kecil lagi karena harus kembali menunggu. Namun tetap saja, permintaan sederhana itu terus akan ada.

Sudah terlalu lelah atmanya harus selalu tertidur di jalan. Semoga nanti, akan ada sukma lain yang bersedia menjadi rumahnya. Bukan untuk bertahan hidup, tapi agar dapat merasa hidup.

Dan pada akhirnya, ia bisa pulang.

2 Comments Add yours

  1. PM berkata:

    Dari deskripsi diri di atas, kita punya beberapa kesamaan, Satu ding yaitu tim bubur tidak diaduk. Ini bukan perkara sederhana lho, bahkan temenku mencantumkan kriteria pasangannya adalah tim hubur diaduk wkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s