Lagi dan Lagi

Semalam kita kembali bertemu. Membekukan waktu di toko buku. Kau tenggelam dengan Rilke. Sedangkan aku menggila bersama Sartre. Mungkin, kita adalah dua jiwa yang doyan membongkar rahasia di balik tumpukan buku tua. Pecandu mimpi-mimpi absurd dan ide-ide yang sering disangka tak akan linear dengan dunia. Hallo Strangers! Itu sambutmu dengan notasi yang pasti. Kala dulu,…

Bus 03

Jeannie, gadis belia yang telah menjadi penumpang setia dari sebuah mesin usang. Yang mana kemudinya sudah terlalu lelah menembus embun pekat di waktu malam. Mungkin satu atau dua tahun lagi, akan hanya dianggap sebagai onggokan besi tua. Tidak ada yang tahu siapa gerangan Jeannie sebenarnya. Yang jelas, ia selalu duduk di barisan kursi yang kedelapan….

Bunga

“Kata ibu guru tadi, taman belum sah disebut taman jika tidak ada bunga yang tumbuh di dalamnya,” ucap Bujang, anakku saat makan malam berdua. Aku menganggukkan kepala tanda setuju, sedang pikiranku jauh bertualang menuju molek lekuk tubuh guru yang disebutkannya barusan. Bujang tidak puas, setelah selesai mengunyah kulit ayam renyahnya, ia mulai bertanya. “Lalu, kenapa…

Hyperuranion

Aku terjebak dalam sebuah dialektika. Sajian sinematik antara Gajah Mada, Bung Karno dan Plato. Tiga sosok dari periode peradaban yang berbeda. Aku memilih untuk duduk di sebelah sang pemikir Yunani kuno. Kakek ini memang terkenal membosankan, tapi hanya ia yang paling setia pada idealismenya sendiri. Sang Mahapatih bercerita bagaimana Nusantara di jamannya. Aku cukup tertawa…

Takhayul

Jane pertama bertemu Wira saat sedang duduk menunggu di sebuah koridor busway. Saat itu, Jane langsung tertarik dengan gerak-geriknya yang kikuk namun punya garis wajah yang sangat berani. Sebuah paradoks yang multi arti. Setelah beberapa kali berkencan, Jane akhirnya mengetahui bahwa Wira hidup dengan berbagai perundungan hebat, tidak hanya saat ia kecil tapi juga sampai…

Pengabdi Tuan

Di sudut kota bagian tenggara, para anjing jalanan seperti biasa berkumpul seminggu sekali. Setiap sabtu malam, bertempat di gedung tua yang sudah lama terbengkalai. Sarang rahasia untuk mereka yang tidak mampu hidup di jalan dengan soliter. Tadinya, mereka menggunakan ajang ini untuk berbagi info tentang restoran mana saja yang paling enak sampahnya ataupun strategi melarikan…

Manusiakah Dito?

Sebelum ini, akhir minggu adalah hari yang cukup liar bagi Dito. Melepas segala penat dari rutinitas sebagai karyawan harian di sebuah pabrik roti. Mencampur kandungan susu dalam sebuah adonan terigu. Hanya dengan beberapa orang teman pada hari Sabtu atau Minggu, berpesta dengan beberapa botol minuman keras murah sambil memandang lalu lalang jalanan kota. Lalu setelahnya,…