Blessing in Disguise?

Siang itu, keduanya duduk bersama di sisi danau. Tanpa mereka sadari, di hadapan mereka berdua ada sepasang angsa yang sedang bermesraan. Sebuah pemandangan yang bukan hanya agung tapi juga sakral. Katanya, kedua manusia ini diciptakan untuk saling melengkapi. Namun yang terjadi bukanlah seperti sedang dinikmati oleh pasangan angsa tadi. Hanya ada makian, cacian dan umpatan…

Surga

Seharian aku berkelana dengan sekawanan anjing tanpa kenal yang namanya lelah. Mendaki gunung, turuni lembah. Mirip ninja Hatori. Sampai pada akhirnya, setelah melepas haus di sebuah telaga, anjing-anjing itu memandangku seolah sedang bertanya. Mengapa aku bisa bersama mereka? Baru kusadari bahwa kelimanya merupakan peliharaan yang setiap kepergian dari mereka, kutangisi dengan sangat. Ada yang hilang…

Ulang Tahun

Pagi ini amat berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Aku terbangun oleh gaduh riuh di luar kamar, tepatnya dari arah dapur. Bila itu kamu, pasti ini sesuatu yang baru. Aku sempat kesal, saat melihat pecahan piring yang berserakan di lantai, hadiah pesta pernikahan kita tahunan yang lalu. Berjinjit melangkah mendekatimu yang sedang terduduk lesu. Entah apa yang…

Kirik

Alkisah, hiduplah seorang ibu dan anaknya di kaki gunung tatar Parahyangan. Sang ibu adalah perempuan yang lembut juga jelita. Sedangkan si anak merupakan remaja yang aktif dan selalu ingin tahu. Pada suatu sore, si anak pulang dengan sebuah kabar yang mencengangkan. Ia baru mendapatkan segala informasi mengenai teori evolusi. Dengan terbata, ia mencoba meneruskannya pada…

Lagi dan Lagi

Semalam kita kembali bertemu. Membekukan waktu di toko buku. Kau tenggelam dengan Rilke. Sedangkan aku menggila bersama Sartre. Mungkin, kita adalah dua jiwa yang doyan membongkar rahasia di balik tumpukan buku tua. Pecandu mimpi-mimpi absurd dan ide-ide yang sering disangka tak akan linear dengan dunia. Hallo Strangers! Itu sambutmu dengan notasi yang pasti. Kala dulu,…

Bus 03

Jeannie, gadis belia yang telah menjadi penumpang setia dari sebuah mesin usang. Yang mana kemudinya sudah terlalu lelah menembus embun pekat di waktu malam. Mungkin satu atau dua tahun lagi, akan hanya dianggap sebagai onggokan besi tua. Tidak ada yang tahu siapa gerangan Jeannie sebenarnya. Yang jelas, ia selalu duduk di barisan kursi yang kedelapan….

Hyperuranion

Aku terjebak dalam sebuah dialektika. Sajian sinematik antara Gajah Mada, Bung Karno dan Plato. Tiga sosok dari periode peradaban yang berbeda. Aku memilih untuk duduk di sebelah sang pemikir Yunani kuno. Kakek ini memang terkenal membosankan, tapi hanya ia yang paling setia pada idealismenya sendiri. Sang Mahapatih bercerita bagaimana Nusantara di jamannya. Aku cukup tertawa…