Limbo

Sudah dua tahun aku mengurung diri di sini. Bersemedi sendiri bersama playlist subliminal yang tanpa batas. Orang bilang, katanya aku ini sedang digodok dalam kawah Candradimuka. Walau sejujurnya, aku sedang menghindar dari mereka semua. Penat, lesu dan jemu dari dunia. Menciptakan sebuah limbo adalah sebuah solusi yang paling masuk akal dengan segala keterbatasan yang ada….

Masuk Surga ?

Seperti malam-malam sebelumnya, pria itu selalu langsung duduk sambil menghisap sebatang rokok, setelah selesai berhubungan badan dengan si wanita. Ia memperhatikan dengan begitu seksama saat pasangannya mulai kembali berpakaian. Seakan-akan sedang merekam setiap lekuk tubuh itu sebelum sang empunya menutupnya kembali. “Bercinta denganmu, sungguh seperti menikmati surga dunia, apa jadinya jika kita bercinta di surga…

Di Atas Sana

“Sedang apa?” Mira menyadarkanku sambil ikut rebah di sisi sebelah kiri. “Seperti biasa. Memandang angkasa.” Jawabku tanpa perlu menoleh ke arahnya. Mira kemudian seperti sedang menggambar sesuatu dalam benaknya sendiri. Menghubungkan bintang-bintang menjadi sebuah wujud khayal tertentu. “Kata orang, kita bisa menemukan bagaimana prediksi kehidupan kita dari pola titik-titik terang di atas sana.” “Kata siapa?”…

Diam di Rumah

Tadinya, dalam pikiran seorang gadis seperti Hanna, patriarki adalah budaya yang diturunkan dan dipaksakan oleh kaum pria. Bagi Hanna, budaya tersebut merupakan sebuah ketidakadilan, yang mana posisi perempuan akan selalu berada di titik marjinal. Hari ini, ia duduk bersama sang ibu dan eyang yang sedang mempersiapkan dirinya untuk menikah. Eyang terus tersenyum sambil memandangi cucunya…

5 Menit Pertama

Bagi mereka yang suka/hobby mendaki gunung mungkin akan segera paham dengan kenikmatan yang akan dimaksud. Menurut saya, hal ini jauh lebih nikmat dari orgasme, waigu, thai sticks atau juga senyuman dari seorang klien yang puas. Adalah lima menit pertama setelah mencapai akhir dari jalur pendakian. Sesaat tapak kaki mencapai puncak, melepas carrier, duduk, menghirup udaranya,…

Nadiem dan Najwa

Lima bulan setelah hari wisuda kemarin, aku masih saja tak berpenghasilan. Entah sudah berapa banyak surat lamaran yang aku kirimkan, yang mana hanya beberapa saja yang berakhir dengan sesi wawancara. Kini, aku sedang berada di hadapan kedua orang tuaku. Sudah pasti mereka akan menegur perihal pekerjaan untuk yang kesekian kalinya. “Kamu kurang giat saja ini!…

Reuni

Ada banyak alasan mengapa matahari bisa begitu atraktif di kota Denpasar kali ini. Salah satunya mungkin karena parasmu yang masih saja sejuk dan jenaka. Menjadi pranatacara untuk reuni SMA. Menarik perhatian ratusan mata yang memandangmu dengan berbagai makna. Ada yang curiga, mengapa kau tetap saja terlihat muda? Ada yang bangga, karena kau pada akhirnya dapat…