Manusia Bernama Amy

Jadi, Amy kini telah semakin beranjak dewasa. Memulai fase usia dari seorang pemudi. Bahagia seharusnya. Dari tadi ia berdialog sendiri. Lepas bagai burung dara yang mengudara. Tentang siapa dirinya kini. Juga tentang masa lalu. Tentang pilihan. Juga tentang takdir, mungkin. Masih ingat benar bagaimana dulu ia diburu, disekap dan disiksa. Dilecehkan, ditindih paksa dan diperdagangkan…

Billy

Gajah merah jambu itu telah pergi. Bukannya tidak peduli, tapi ada barangnya yang tertinggal di lorong laundry. Ya sudahlah, beberapa hari lagi pun ia hanya akan jadi seonggok bangkai. Lalu jasad busuknya akan disantap kumpulan dubuk bajingan di sela-sela kumuhnya kota. Bravo! Barangkali, di dunia ini, bukan kitalah aktor dan aktrisnya. Tidak ada sisa jatah…

Mencari Kunang-Kunang

Dua anak berlari menghampiri ‘tuk ajukan sebuah tanya. Pertanyaan yang amat menganggu. Bagaimana mungkin ada jenis manusia yang tidak tahu rupa dari kunang-kunang? Bahkan sampai-sampai menganggapnya sebagai mahkluk cerita sebelum tidur saja. Tapi harus kuakui. Aku pun sudah lama tidak bersua dengan cahaya dari serangga istimewa tersebut. Sudah belasan tahun rasanya. Tidak ada lagi kelip…

Limbo

Sudah dua tahun aku mengurung diri di sini. Bersemedi sendiri bersama playlist subliminal yang tanpa batas. Orang bilang, katanya aku ini sedang digodok dalam kawah Candradimuka. Walau sejujurnya, aku sedang menghindar dari mereka semua. Penat, lesu dan jemu dari dunia. Menciptakan sebuah limbo adalah sebuah solusi yang paling masuk akal dengan segala keterbatasan yang ada….

Masuk Surga ?

Seperti malam-malam sebelumnya, pria itu selalu langsung duduk sambil menghisap sebatang rokok, setelah selesai berhubungan badan dengan si wanita. Ia memperhatikan dengan begitu seksama saat pasangannya mulai kembali berpakaian. Seakan-akan sedang merekam setiap lekuk tubuh itu sebelum sang empunya menutupnya kembali. “Bercinta denganmu, sungguh seperti menikmati surga dunia, apa jadinya jika kita bercinta di surga…

Di Atas Sana

“Sedang apa?” Mira menyadarkanku sambil ikut rebah di sisi sebelah kiri. “Seperti biasa. Memandang angkasa.” Jawabku tanpa perlu menoleh ke arahnya. Mira kemudian seperti sedang menggambar sesuatu dalam benaknya sendiri. Menghubungkan bintang-bintang menjadi sebuah wujud khayal tertentu. “Kata orang, kita bisa menemukan bagaimana prediksi kehidupan kita dari pola titik-titik terang di atas sana.” “Kata siapa?”…

Senja Melulu

Dia sudah mulai jemu dengan senja. Padahal ada beberapa kenangan yang tersimpan rapi di arsip retina. Mulai dari sebuah senja sederhana di warung kopi Surakarta, keagungan senja dari balik pura pulau Dewata, sampai yang sophisticated lewat sudut pandang lantai sembilan ibukota. Dulu, dirinya sempat membayangkan senja sebagai suasana kala Dewi Kirana melepas rindu, tanda saat…