Cardiac Arrest

Aku tidak tahu bagaimana damainya anak-anak yang bermain istana pasir di seberang sana. Namun tampaknya sangatlah menyenangkan. Juga masih belum dapat untuk bercengkrama dengan si Brownie, seekor anjing peliharaan masa kecilku dulu, yang ternyata selalu duduk di depan gerbang. Setia menungguku pulang. Bagaimana bisa jika jantung ini terus saja dikejutkan oleh defribrillator sialan itu? Seolah-olah…

Bibir Merah pada Halaman Empat Belas

Saat ini, aku sedang menunggu di sisi jalan. Duduk di tepi trotoar perempatan Pajajaran. Sebatang rokok di tangan kanan, sedang yang lain menderapkan jemarinya pada dagu. Mengapa kita sendirian? Sebenarnya aku juga sedang mencoba mengingat raut wajahnya. Mengulang, mengucap setiap janjinya. Ketika aku dan dia sedang berlagak layaknya Mulder dan Scully. Namun sayang, pada babak…

29 – 1 = 30

Not every puzzle is intended to be solved. Some are in place to test your limits. Others are, in fact, not puzzles at all. Vera Nazarian Ada satu malam dimana aku sempat tersenyum menantang semesta. Menanti maut di ranjang pasien dengan tangan terbuka. Bukan karena bernyali. Tidak, aku tak pernah selelaki itu, tapi lebih karena…

Perihal Toleransi

Dulu, cerita seorang mahaguru, toleransi adalah kata yang asing bagi ibu pertiwi. Mungkin hanya terdengar sekali dua kali, itu pun lewat gelombang suara dari kanal RRI. Hanya sedikit juga yang tahu apa makna dari kata tersebut. Karena toh, mereka sudah teramat pandai dalam saling menerima tanpa merasa perlu untuk dimengerti. Keahlian unik yang telah diajarkan…

Billy

Gajah merah jambu itu telah pergi. Bukannya tidak peduli, tapi ada barangnya yang tertinggal di lorong laundry. Ya sudahlah, beberapa hari lagi pun ia hanya akan jadi seonggok bangkai. Lalu jasad busuknya akan disantap kumpulan dubuk bajingan di sela-sela kumuhnya kota. Bravo! Barangkali, di dunia ini, bukan kitalah aktor dan aktrisnya. Tidak ada sisa jatah…

Indomie Soto Banjar Limau Kuit

Pada pagi yang biasa saja tadi, aku menjamu selera dengan sebungkus Indomie. Sajian cepat saji khas dalam negeri. Sepertinya juga tidak apa untuk menikmati mi instan di waktu sedini itu. Toh sekarang ini hari Minggu, memang waktunya untuk memanjakan diri. Indomie soto Banjar Limau Kuit memang tidak sepopuler dengan Indomie rasa rendang dan tidak senyentrik…

Nadar

Tenggat sudah di depan mata, komandan-komandan. Kenapa masih harus merebutkan bumi? Mereka, para pengungsi tidak pernah tahu mengapa bisa ada perang. Mereka yang berbalut perban dan mengangkat senjata pun sudah lupa akan tujuan dari perang. Mungkin mereka benar. Kita tak akan menang. Jadi kenapa harus bimbang? Tampaknya pun ini sudah bukan lagi perang, melainkan tahapan…