Nadar

Tenggat sudah di depan mata, komandan-komandan. Kenapa masih harus merebutkan bumi? Mereka, para pengungsi tidak pernah tahu mengapa bisa ada perang. Mereka yang berbalut perban dan mengangkat senjata pun sudah lupa akan tujuan dari perang. Mungkin mereka benar. Kita tak akan menang. Jadi kenapa harus bimbang? Tampaknya pun ini sudah bukan lagi perang, melainkan tahapan…

Jatuh Cinta

Aku benci jatuh cinta! Keadaan ini, membuatku malu karena rapuh. Tanpa ijin, datang dengan tiba-tiba lalu merobohkan baluarti Jericho yang kubangun sejak lama. Ada yang hadir secara masal, membubarkan setiap formasi bastion ini. Seperti dirimu yang tanpa sadar, mulai berkeliaran dalam kehidupan sederhanaku. Sesungguhnya, tidak ada satu hal pun yang kau pinta. Tapi entah kenapa,…

Love Filamen

Lupakanlah Dik, Jangan pernah ingat lagi semua tonggak logika yang ditanamkan mereka. Hidup kita memang berbeda, tapi bukan berarti, tidak akan lebih indah dari semua. Siapa coba sebenarnya mereka? Mereka tidak mengenal Pippi Longstocking sebaik dirimu. Juga tidak hidup dengan paragraph-paragraph bijak dari Nicolaus Driyarkara. Meski kita membacanya, dari tumpukan buku yang ‘dibuang’ oleh mereka….

Bersinestesia

Ah, kiranya kita bisa seperti ini terus. Di sela-sela jingga matahari sore. Diiringi senandung kidung dari Laura Fygi. Kau berada di pangkuanku dan aku dalam hangatnya pelukanmu. Wajahku bersandar di dadamu, sambil terus tersenyum oleh harum aroma kulit lembutmu. Perlahan dengan tempo yang amat khas, kau belai rambut merah ini. Aku ingat, sudah lama kau…

Kucing, Ikan Asin dan Aku

Ada sebuah puisi yang sampai sekarang ini masih dapat begitu menyentuh bagi saya pribadi. Sebuah karya sastra yang ditulis pada tahun 1996 oleh Wiji Widodo atau yang lebih kita kenal sebagai Wiji Thukul. Kucing, Ikan Asin dan Aku Seekor kucing kurus Menggondol ikan asin Laukku untuk siang ini Aku meloncat Kuraih pisau Biar kubacok dia…

Kangen

Orang bilang ada tiga tahap untuk sembuh dari duka. Bermulai dari denial kemudian bisa saja disusul dengan marah-marah yang diakhiri oleh adaptasi diri. Duh, mana berani aku bertaruh selama itu? Lalu kutanya saja pada mereka berdua, siapakah yang mampu membunuh rinduku agar cepat berlalu? Yang pertama, dengan lantang berkata bahwa ia akan membawa diri ini…

Matahari dan Waktu

Setelah beberapa hari berkeliling Surabaya. Malam ini, Alle lebih memilih untuk berdiam saja di sebuah cafe. Dengan interior yang dirancang seperti bengkel tua yang sudah karatan. Sebuah badan mobil produksi amerika tua, teronggok sembarang di area terbuka cafe ini. Menjadi sebuah sudut foto bagi para penggila instagram. Lagu-lagu alternative barat tahun 90an menjadi latar suara…