Dari Lusi Untuk Rudi

Dulu dengan entengnya, kau sempat berkata bahwa aku harus belajar menendang ombak, agar bisa menjaga diriku sendiri. Aku kaget setengah mati, bukankah itu tugas seorang pria untuk terus menjaga wanitanya? Dengan santainya, kau pernah berucap bahwa aku harus menimba ilmu semesta, agar mampu mencukupi hidupku sendiri. Aku benci dirimu saat itu. Apa sebenarnya arti diriku…

Dari Rudi Untuk Lusi

Sesungguhnya aku akan selalu mencintaimu dan berusaha untuk tidak akan pernah menepikanmu. Bagaimana mungkin? Kau ada saat tata surya menyanjungku, menghilang sejenak saat kulupa diri, kemudian kembali hadir saat diri ini menangis terkapar sendiri. Saat aku membenci Bumi, dengan sabarnya kau membimbingku untuk mau bersujud di depan Tuhan. Tahukah dirimu, bahwa senyum kecil itu telah…