Perihal Toleransi

Dulu, cerita seorang mahaguru, toleransi adalah kata yang asing bagi ibu pertiwi. Mungkin hanya terdengar sekali dua kali, itu pun lewat gelombang suara dari kanal RRI. Hanya sedikit juga yang tahu apa makna dari kata tersebut. Karena toh, mereka sudah teramat pandai dalam saling menerima tanpa merasa perlu untuk dimengerti. Keahlian unik yang telah diajarkan…

Hyperuranion

Aku terjebak dalam sebuah dialektika. Sajian sinematik antara Gajah Mada, Bung Karno dan Plato. Tiga sosok dari periode peradaban yang berbeda. Aku memilih untuk duduk di sebelah sang pemikir Yunani kuno. Kakek ini memang terkenal membosankan, tapi hanya ia yang paling setia pada idealismenya sendiri. Sang Mahapatih bercerita bagaimana Nusantara di jamannya. Aku cukup tertawa…

Filosofi Indomie

Ibumu kemarin berpesan bahwa jika kau ingin membumi, maka belajarlah filosofi Indomie. Walau sering dituduh sebagai sajian tak bergizi, tapi Indomie tak peduli. Karena toh, Indomie tidak pernah membual dengan issue tersebut. Jadi tuduhan itu hanya sebuah fallacy. Tidak pernah umbar-umbaran janji, tapi selalu hadir pertama di tenda-tenda pengungsi. Tidak jua jorjoran promosi, tapi laku…

Untai Sederhana yang Mulai Naik Harganya

Seingat saya, rasanya dulu, setiap siswa di sekolah dasar selalu diajarkan, bahwa kita adalah bangsa yang ramah dan murah senyum. Masih relevankah itu? Coba saja sendiri, siapa saja yang akan menyapa dengan seuntai senyum, saat kita hanya sekedar berjalan di trotoar kota. Eliminir orang yang kita kenal atau sebaliknya, tidak terkecuali pedagang dan para penjual…

Semangkuk Peristiwa Kemarin

Apa kita tidak bosan? Mendengar sastra-sastra Tuhan dicover sembarang oleh mulut-mulut ragawi. Entah benar, entah nyata, yang penting merdu untuk didengar. Iya, yang penting merdu. Hanya itu. Kumpul di sini, kumpul di sana, Fans Club lahir dimana-mana. Teriakan Nama Tuhan, teriakan saja. Mungkin Tuhan lebih suka dipuja dengan urat bukan dengan hikmat. Lupakan semua air…

Terbaik

Seringkali yang paling berkilau, yang paling indah, dan yang paling istimewa belum tentu jadi yang terbaik. Terbaik, sebuah kata yang tidak bisa didefinisikan kalau buat saya sih. Mencari yang terbaik, kalimat itu malah lebih ambigu lagi. Menjadi yang terbaik, mungkin kalimat itu yang lebih masuk akal. Tapi apa yang jadi standarnya? Jika dipikirkan lagi, makna…

Bersiaplah untuk “The New Normal”

Kebetulan beberapa hari terakhir ini, saya dan tim sedang mempersiapkan sebuah konsep kreatif untuk sosialisasi penerapan ” The New Normal ” sebuah perusahaan. Untuk protokol kesehatan, sebenarnya sama saja dengan yang dikemukakan oleh pemerintah. Mulai dari wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak ataupun tidak memaksakan diri untuk bekerja, saat temperatur tubuh dirasa cukup tinggi….