Blessing in Disguise?

Siang itu, keduanya duduk bersama di sisi danau. Tanpa mereka sadari, di hadapan mereka berdua ada sepasang angsa yang sedang bermesraan. Sebuah pemandangan yang bukan hanya agung tapi juga sakral. Katanya, kedua manusia ini diciptakan untuk saling melengkapi. Namun yang terjadi bukanlah seperti sedang dinikmati oleh pasangan angsa tadi. Hanya ada makian, cacian dan umpatan…

Surga

Seharian aku berkelana dengan sekawanan anjing tanpa kenal yang namanya lelah. Mendaki gunung, turuni lembah. Mirip ninja Hatori. Sampai pada akhirnya, setelah melepas haus di sebuah telaga, anjing-anjing itu memandangku seolah sedang bertanya. Mengapa aku bisa bersama mereka? Baru kusadari bahwa kelimanya merupakan peliharaan yang setiap kepergian dari mereka, kutangisi dengan sangat. Ada yang hilang…

Kirik

Alkisah, hiduplah seorang ibu dan anaknya di kaki gunung tatar Parahyangan. Sang ibu adalah perempuan yang lembut juga jelita. Sedangkan si anak merupakan remaja yang aktif dan selalu ingin tahu. Pada suatu sore, si anak pulang dengan sebuah kabar yang mencengangkan. Ia baru mendapatkan segala informasi mengenai teori evolusi. Dengan terbata, ia mencoba meneruskannya pada…

Heran

Kemarin lusa, katamu aku pasti akan lupa. Tapi nyatanya aku masih saja duduk di sini. Membunuh waktu. Keliru, bukan membunuh waktu tapi menunggu waktu yang membunuhku. Seorang pembenci senja. Aku hanyalah bocah dengan sepasang sepatu yang terlalu besar untuk kedua kakinya. Untung bukan kepala. Mendengarkan Disarm. Berharap sang tuan ‘tuk segera menghentak gunungan wayangnya. Tak…

Ada yang Ngambek

“Aku bad mood!” Selanya tiba-tiba. Anjani Lea. Adalah insan spesial yang sudah menemani di satu tahun belakangan ini. Aku mengenalnya memang sebagai pribadi yang sangat ekspresif. Kerap spontan mengungkapkan isi hatinya begitu saja. Seperti sekarang ini. “Kenapa?” Jawabku pelan, menutup layar gawai, menghentikan segala aktifitas lalu segera memandang ke arahnya. Dalam hati, saat ia duduk…

Cardiac Arrest

Aku tidak tahu bagaimana damainya anak-anak yang bermain istana pasir di seberang sana. Namun tampaknya sangatlah menyenangkan. Juga masih belum dapat untuk bercengkrama dengan si Brownie, seekor anjing peliharaan masa kecilku dulu, yang ternyata selalu duduk di depan gerbang. Setia menungguku pulang. Bagaimana bisa jika jantung ini terus saja dikejutkan oleh defribrillator sialan itu? Seolah-olah…

Malah Buntung

Setelah melalui proses negosiasi hebat, akhirnya hari ini aku bisa bertemu dengan sang waktu. Sosok misterius yang begitu aku benci. Sosok yang menjadi penyebab dari seluruh derita panjangku di dunia. Ia sedang duduk di sebuah kursi malas, memandang ke arah jendela, hanya ditemani oleh secangkir teh. Berpakaian setelan formal, hampir mirip dengan yang dipakai oleh…