Manusia Bernama Amy

Jadi, Amy kini telah semakin beranjak dewasa. Memulai fase usia dari seorang pemudi. Bahagia seharusnya. Dari tadi ia berdialog sendiri. Lepas bagai burung dara yang mengudara. Tentang siapa dirinya kini. Juga tentang masa lalu. Tentang pilihan. Juga tentang takdir, mungkin. Masih ingat benar bagaimana dulu ia diburu, disekap dan disiksa. Dilecehkan, ditindih paksa dan diperdagangkan…

Bus 03

Jeannie, gadis belia yang telah menjadi penumpang setia dari sebuah mesin usang. Yang mana kemudinya sudah terlalu lelah menembus embun pekat di waktu malam. Mungkin satu atau dua tahun lagi, akan hanya dianggap sebagai onggokan besi tua. Tidak ada yang tahu siapa gerangan Jeannie sebenarnya. Yang jelas, ia selalu duduk di barisan kursi yang kedelapan….

Alan Moore

Namanya Alan Moore, penulis yang cukup ternama sebenarnya. Seorang jenius juga seorang freak. Kejeniusan Alan dalam menulis adalah kemampuannya untuk menciptakan serta memvisualisasikan dunia surrealnya sendiri. Seringkali mengerikan, membingungkan namun tetap menjadi karya yang luar biasa. Ia adalah sosok utama di balik pengkreasian kelompok superhero nyentrik Watchmen. Ia juga yang membuat DC fandom berdecak takjub,…

Billy

Gajah merah jambu itu telah pergi. Bukannya tidak peduli, tapi ada barangnya yang tertinggal di lorong laundry. Ya sudahlah, beberapa hari lagi pun ia hanya akan jadi seonggok bangkai. Lalu jasad busuknya akan disantap kumpulan dubuk bajingan di sela-sela kumuhnya kota. Bravo! Barangkali, di dunia ini, bukan kitalah aktor dan aktrisnya. Tidak ada sisa jatah…

Salah Lokasi

Besok lagi, akan kutitipkan pagi pada mereka yang lebih peduli. Yang menyambut hari dengan secangkir kopi sambil memandang mesra wajah mentari. Bukannya yang malah saling memaki, berdesakan begini di metromini. Tapi sebentar. Oh maaf, ternyata aku salah lokasi. Kukira tadi sedang berada di sisi timur negeri. Pagi di Jakarta memang tidak pernah tepat jika diartikan…

Mencari Kunang-Kunang

Dua anak berlari menghampiri ‘tuk ajukan sebuah tanya. Pertanyaan yang amat menganggu. Bagaimana mungkin ada jenis manusia yang tidak tahu rupa dari kunang-kunang? Bahkan sampai-sampai menganggapnya sebagai mahkluk cerita sebelum tidur saja. Tapi harus kuakui. Aku pun sudah lama tidak bersua dengan cahaya dari serangga istimewa tersebut. Sudah belasan tahun rasanya. Tidak ada lagi kelip…

Bunga

“Kata ibu guru tadi, taman belum sah disebut taman jika tidak ada bunga yang tumbuh di dalamnya,” ucap Bujang, anakku saat makan malam berdua. Aku menganggukkan kepala tanda setuju, sedang pikiranku jauh bertualang menuju molek lekuk tubuh guru yang disebutkannya barusan. Bujang tidak puas, setelah selesai mengunyah kulit ayam renyahnya, ia mulai bertanya. “Lalu, kenapa…