Ulang Tahun

Pagi ini amat berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Aku terbangun oleh gaduh riuh di luar kamar, tepatnya dari arah dapur. Bila itu kamu, pasti ini sesuatu yang baru. Aku sempat kesal, saat melihat pecahan piring yang berserakan di lantai, hadiah pesta pernikahan kita tahunan yang lalu. Berjinjit melangkah mendekatimu yang sedang terduduk lesu. Entah apa yang…

Cardiac Arrest

Aku tidak tahu bagaimana damainya anak-anak yang bermain istana pasir di seberang sana. Namun tampaknya sangatlah menyenangkan. Juga masih belum dapat untuk bercengkrama dengan si Brownie, seekor anjing peliharaan masa kecilku dulu, yang ternyata selalu duduk di depan gerbang. Setia menungguku pulang. Bagaimana bisa jika jantung ini terus saja dikejutkan oleh defribrillator sialan itu? Seolah-olah…

Bibir Merah pada Halaman Empat Belas

Saat ini, aku sedang menunggu di sisi jalan. Duduk di tepi trotoar perempatan Pajajaran. Sebatang rokok di tangan kanan, sedang yang lain menderapkan jemarinya pada dagu. Mengapa kita sendirian? Sebenarnya aku juga sedang mencoba mengingat raut wajahnya. Mengulang, mengucap setiap janjinya. Ketika aku dan dia sedang berlagak layaknya Mulder dan Scully. Namun sayang, pada babak…

Aku

Seorang manic-depresif yang anarkis. Itulah analisaku sendiri. Jangan tanya mengapa aku bisa tega menyimpulkan hal seperti itu, terlebih kepada diriku sendiri. Yang jelas, aku tahu benar bagaimana hidupku sendiri. Imajinasi dan realita bergaris sangat tipis, dan anehnya keduanya dapat berjalan bersinergi, walau terkadang keduanya juga bisa berabstraksi dalam seketika. A sophisticated simplicity, itu pendapat sahabatku…

Lagi dan Lagi

Semalam kita kembali bertemu. Membekukan waktu di toko buku. Kau tenggelam dengan Rilke. Sedangkan aku menggila bersama Sartre. Mungkin, kita adalah dua jiwa yang doyan membongkar rahasia di balik tumpukan buku tua. Pecandu mimpi-mimpi absurd dan ide-ide yang sering disangka tak akan linear dengan dunia. Hallo Strangers! Itu sambutmu dengan notasi yang pasti. Kala dulu,…

Bus 03

Jeannie, gadis belia yang telah menjadi penumpang setia dari sebuah mesin usang. Yang mana kemudinya sudah terlalu lelah menembus embun pekat di waktu malam. Mungkin satu atau dua tahun lagi, akan hanya dianggap sebagai onggokan besi tua. Tidak ada yang tahu siapa gerangan Jeannie sebenarnya. Yang jelas, ia selalu duduk di barisan kursi yang kedelapan….

Limbo

Sudah dua tahun aku mengurung diri di sini. Bersemedi sendiri bersama playlist subliminal yang tanpa batas. Orang bilang, katanya aku ini sedang digodok dalam kawah Candradimuka. Walau sejujurnya, aku sedang menghindar dari mereka semua. Penat, lesu dan jemu dari dunia. Menciptakan sebuah limbo adalah sebuah solusi yang paling masuk akal dengan segala keterbatasan yang ada….