Heran

Kemarin lusa, katamu aku pasti akan lupa. Tapi nyatanya aku masih saja duduk di sini. Membunuh waktu. Keliru, bukan membunuh waktu tapi menunggu waktu yang membunuhku. Seorang pembenci senja. Aku hanyalah bocah dengan sepasang sepatu yang terlalu besar untuk kedua kakinya. Untung bukan kepala. Mendengarkan Disarm. Berharap sang tuan ‘tuk segera menghentak gunungan wayangnya. Tak…