Aku

Seorang manic-depresif yang anarkis. Itulah analisaku sendiri. Jangan tanya mengapa aku bisa tega menyimpulkan hal seperti itu, terlebih kepada diriku sendiri. Yang jelas, aku tahu benar bagaimana hidupku sendiri. Imajinasi dan realita bergaris sangat tipis, dan anehnya keduanya dapat berjalan bersinergi, walau terkadang keduanya juga bisa berabstraksi dalam seketika. A sophisticated simplicity, itu pendapat sahabatku…

29 – 1 = 30

Not every puzzle is intended to be solved. Some are in place to test your limits. Others are, in fact, not puzzles at all. Vera Nazarian Ada satu malam dimana aku sempat tersenyum menantang semesta. Menanti maut di ranjang pasien dengan tangan terbuka. Bukan karena bernyali. Tidak, aku tak pernah selelaki itu, tapi lebih karena…

Nadar

Tenggat sudah di depan mata, komandan-komandan. Kenapa masih harus merebutkan bumi? Mereka, para pengungsi tidak pernah tahu mengapa bisa ada perang. Mereka yang berbalut perban dan mengangkat senjata pun sudah lupa akan tujuan dari perang. Mungkin mereka benar. Kita tak akan menang. Jadi kenapa harus bimbang? Tampaknya pun ini sudah bukan lagi perang, melainkan tahapan…

Alternaif

Sangkalan : Materi tulisan ini merupakan bentuk promosi mandiri untuk sebuah zine, yang mana penulis berperan sebagai kontributornya. Sore tadi, suasana kamar dari seorang Novika mendadak berbeda. Bukan suasana yang canggung, melainkan penuh dengan aksi reaktif dari para penghuni rak buku yang disusun di sebelah jendela. Bagaimana tidak, semenjak pandemi, setelah Novika harus diberhentikan dari…

Aku dan Ibu

“Bu, aku lapar.” “Sebentar ya, Nak. Ibu sedang menghangatkan sayur sup kesukaanmu.” 20 tahun kemudian. “Nak, Ibu lapar.” “Sebentar ya, Bu. Kebetulan, aku sedang menunggu pesanan GoFood neapolitan pizza kesukaanku.”

Love Filamen

Lupakanlah Dik, Jangan pernah ingat lagi semua tonggak logika yang ditanamkan mereka. Hidup kita memang berbeda, tapi bukan berarti, tidak akan lebih indah dari semua. Siapa coba sebenarnya mereka? Mereka tidak mengenal Pippi Longstocking sebaik dirimu. Juga tidak hidup dengan paragraph-paragraph bijak dari Nicolaus Driyarkara. Meski kita membacanya, dari tumpukan buku yang ‘dibuang’ oleh mereka….

Kangen

Orang bilang ada tiga tahap untuk sembuh dari duka. Bermulai dari denial kemudian bisa saja disusul dengan marah-marah yang diakhiri oleh adaptasi diri. Duh, mana berani aku bertaruh selama itu? Lalu kutanya saja pada mereka berdua, siapakah yang mampu membunuh rinduku agar cepat berlalu? Yang pertama, dengan lantang berkata bahwa ia akan membawa diri ini…