Budak Angon

Disclaimer : Tulisan ini merupakan bentuk promosi untuk sebuah novel.


Oleh sebab pandemi, saya jadi punya kesempatan untuk aktif menulis. Jadi leluasa membagi waktu supaya bisa kembali mengerjakan beberapa naskah yang sudah lama mati suri.

Tadinya, naskah yang berikut ini akan saya mutilasi menjadi drabble dan ficlet agar kemudian dapat ditayangkan di blog atau proyek kreatif lain. Namun seorang kawan yang sempat membaca mentahannya dulu sekali, sangat tidak setuju dan mendesak saya untuk tetap mengemasnya sebagai satu cerita yang utuh.

Blurb :

Abdi hanyalah seorang pemuda urakan asal Jakarta. Tanpa orang tua dan juga keluarga. Ia tumbuh dan berkembang di sebuah panti asuhan, kemudian sekarang berusaha untuk bertahan hidup dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lainnya.

Pada sebuah kesempatan, ia bertemu dengan Odie seorang teman SMA-nya dahulu. Kesempatan itu pun tidak begitu saja disia-siakan oleh Abdi. Ia langsung setuju saat Ibu yang merupakan atasan dari Odie menawarkannya pekerjaan sebagai penulis jurnal perjalanan.

Yang Abdi tidak ketahui sebelumnya, adalah bahwa pekerjaannya ini merupakan sebuah petualangan yang tidak masuk akal. Bagaimana tidak? Ia harus bertemu dengan Sangkuriang, Ciung Wa Nara dan juga Patih Kebo Iwa dari Bali. Sosok-sosok yang hanya dikenal dalam cerita-cerita legenda.

Sosok-sosok tersebut ternyata ada, nyata dan bertahan hidup sampai sekarang. Meski kini, mereka sedang sangat terusik oleh gerbang antar dimensi yang sempat dibuka sebelum waktunya. Dikumpulkanlah oleh mereka segala bentuk pusaka dan menyerahkannya kepada Ibu yang adalah Ratu penguasa pantai selatan.

Abdi yang tidak mengerti akan semua itu, akhirnya marah karena sudah tak tahan lagi dan hendak undur diri dari petualangannya ini. Namun sebelum ia pulang ke Jakarta, ada sebuah janji yang harus ditepati terlebih dahulu. Ia harus bertemu dengan Alle di Wringin Lawang dini hari nanti.


Dan voila! Justru Budak Angon yang malah pertama rampung dan bertransformasi menjadi buku.

Foto : Dokumentasi pribadi

Gagasan awal cerita, saya tarik dari wangsit Gusti Prabu Siliwangi sebelum moksa. Kemudian coba mengembangkannya menjadi sebuah cerita fiksi fantasi atau misteri bisa jadi, dengan latar waktu dan tempat di Indonesia pada era modern ini.

Meski masih jauh dari kata sempurna, tapi saya cukup lega. Pada akhirnya, naskah ini bisa keluar dari cangkang dan mulai dapat menentukan nasibnya sendiri.

Semoga adik-adiknya dapat menyusul agar tidak hanya jadi arsip yang mendekam di hard disk PC.


Budak Angon bisa didapatkan di sini, beberapa platform belanja online (on schedule) dan versi e-book di google books (on progress).

24 Comments Add yours

  1. Fahmi Ishfah berkata:

    Congrats, Rakha. Sebuah desakan dari temanmu itu berujung terbitnya sebuah buku. Alhamdulillah. Sukses!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Terima kasih, Kang Fahmi. Sukses dan sehat selalu juga untuk Kang Fahmi dan keluarga.

      Suka

  2. Jan Kemah berkata:

    Penasaran πŸ˜€ E-booknya kpn nih, info dong..

    Disukai oleh 1 orang

      1. Jan Kemah berkata:

        Trims respon nya mas Rakha πŸ™

        Suka

  3. Priska berkata:

    πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    Disukai oleh 1 orang

  4. daunwoka berkata:

    Wah liverpool juga ya?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Sejak jaman God Of Anfield Robbie Fowler, Bung! 😊

      YNWA!

      Suka

      1. daunwoka berkata:

        Waduh hormat 😊😊😊 krn gw jadi kopites nanti 2002 πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

        Suka

      2. Rakha berkata:

        Waktu masih bocah dulu, jersey pertama saya, jerseynya Fowler. Jadi keterusan…hehe

        Suka

      3. daunwoka berkata:

        Wah luar biasa, mudah2an di champions besok menang sama milan

        Suka

      4. daunwoka berkata:

        Ntar lawan leeds

        Disukai oleh 1 orang

      5. Rakha berkata:

        Duh.. Harvey elliot..

        Suka

      6. daunwoka berkata:

        Ya smoga lekas sembuh

        Suka

  5. Ayu Frani berkata:

    Senang sekali mendapatkan pesan mengenai buku ini. Cusss langsung dipesan! Dari spoiler-nya, sudah membuat penasaran. Sudah tidak sabar menunggu menguliti setiap isinya.

    Semangat dan selamat atas kelahiran bukunya ya, Mas. Tetap giat menulis dan membagikan karya.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Wah terima kasih banyak, Kak Ayu. Semoga tidak mengecewakan.

      Oh iya, hampir lupa ada sedikit adegan intim yang lumayan eksplisit. Jadi harus dijauhkan jika ada adik-adik yang di bawah umur. 😊

      Terima kasih sekali lagi.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Sondang Saragih berkata:

        Hmmm, padahal tadinya aku berniat lho. Tapi karena ini, aku tunda dulu deh🀭

        Disukai oleh 1 orang

      2. Rakha berkata:

        Haha… Tapi kalau dipikir-pikir, tulisan saya memang jarang sekali yang ramah anak. Hehe

        Disukai oleh 1 orang

      3. Ayu Frani berkata:

        Terima kasih juga Mas Rakha.

        Tenang, lingkungan tempat tinggal saya usianya sudah diatas 18 tahun haaa

        Disukai oleh 1 orang

  6. Sondang Saragih berkata:

    Wuih, keren…
    Terbaiklah pokoknya dirimu.
    Sukses selalu ya

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Terima kasih, Moms. Sukses dan sehat selalu juga untuk Ibu Sondang sekeluarga.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s