Surga

Seharian aku berkelana dengan sekawanan anjing tanpa kenal yang namanya lelah. Mendaki gunung, turuni lembah. Mirip ninja Hatori.

Sampai pada akhirnya, setelah melepas haus di sebuah telaga, anjing-anjing itu memandangku seolah sedang bertanya. Mengapa aku bisa bersama mereka?

Baru kusadari bahwa kelimanya merupakan peliharaan yang setiap kepergian dari mereka, kutangisi dengan sangat. Ada yang hilang entah kemana, mati karena usia tua atau juga yang sial karena tersedak makanannya sendiri.

Mulailah kubertanya pada diriku sendiri. Tempat apakah ini? Bagaimana aku sampai di sini?

Aku tidak tahu apa jawabnya. Yang jelas, detik ini aku tak mau pulang. Entah juga kalau nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s