Heran

Kemarin lusa, katamu aku pasti akan lupa. Tapi nyatanya aku masih saja duduk di sini. Membunuh waktu. Keliru, bukan membunuh waktu tapi menunggu waktu yang membunuhku.

Seorang pembenci senja. Aku hanyalah bocah dengan sepasang sepatu yang terlalu besar untuk kedua kakinya. Untung bukan kepala. Mendengarkan Disarm. Berharap sang tuan ‘tuk segera menghentak gunungan wayangnya.

Tak lama, kau ikut duduk menemani sambil erat menggenggam tangan kananku. Rasanya, pada akhirnya kini kau telah menyadari, betapa berartinya sesuatu itu untuk diriku yang belum begitu dewasa ini.

Adalah celana jeans belel yang sudah kau modif sedemikian rupa. Dicacah pendek-pendek lalu dijadikan lap penyeka dinding dan furnitur. Sial.

One Comment Add yours

  1. Suci Su berkata:

    Tidak apa. Celananya jadi bermanfaat.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s