Nh. Dini dan Feminisme

“Aku tidak pernah dididik buat menjadi seorang gadis yang bisa bersolek, yang dapat memikat pandang. Seperti tanaman yang tumbuh di dalam rumah, terlalu biasa dengan pemberian air dan sinar yang secukupnya”

Nh. Dini, Keberangkatan.

Kalau Prancis punya Simone de Beauvoir dan Inggris ada nama Mary Wollstonecraft. Maka Indonesia juga punya sosok yang bernama Nh. Dini. Feminis yang bergerak lewat guratan tinta.

Salah satu penulis kenamaan Indonesia asal kota Semarang. Beliau dikenal sebagai tokoh yang selalu berusaha melawan tradisi Jawa yang kental dengan patriarki. Lewat karya tulisnya, Nh. Dini menegaskan bahwa seorang perempuan di manapun dia tinggal, pantas diperlakukan setara dan dihormati.

Ia pertama dikenal sebagai penulis ketika berhasil menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul Dua Dunia pada tahun 1956. Kemudian dilanjut dengan novel Hati yang Damai (1961), Pada Sebuah Kapal (1973), La Barka (1975) dan banyak lagi yang lainnya.

Termasuk Namaku Hiroko yang akan selalu menjadi salah satu novel favorit saya.

Buku-bukunya diakui jauh lebih advanced dari masa pertama diterbitkannya. Lebih terasa seperti sedang membaca sebuah memoar, bukan hanya sekedar fiksi. Identik dengan tokoh utama perempuan yang tangguh dan mandiri. Juga jangan lupakan tema feminisme yang terbilang sangat berani untuk kondisi sosial masyarakat Indonesia saat itu.

Sebelum menjadi seorang novelis, beliau merupakan pramugari maskapai Garuda Indonesia pada tahun 1950. Kemudian bertemu dengan seorang staf konsulat Prancis yang bernama Yves Coffin. Mereka berdua menikah dan hidup di berbagai belahan dunia, seperti Kamboja, Filipina, Prancis, Amerika Serikat dan Jepang.

Lewat pengalamannya tersebut, Nh. Dini menemukan bahwa women rights bukan hanya harus diperjuangkan untuk wanita Jawa saja. Lalu ia mendedikasikan hidupnya untuk menulis novel, cerpen dan juga puisi di sepanjang 60 tahun karirnya sebagai penulis. Yang mana, karya-karyanya telah mampu menginspirasi dan mencerahkan banyak perempuan (juga pria) sampai sekarang ini.

Padahal cita-cita seorang Nh. Dini kecil adalah menjadi seorang masinis, bukan feminis.

Meski tidak pernah mau disebut sastrawan, tapi publik sudah kadung menganggapnya sebagai salah satu sastrawan terkemuka Indonesia.

Bukan hanya itu, Nh.Dini juga mendapat apresiasi tinggi dari dunia internasional, seperti SEA Award dari pemerintah Thailand, Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers and Readers Festival dan pada tanggal 9 Februari 2020, Google merayakan hari lahir beliau yang ke-84 dengan sebuah Google Doodle.

..

C’est Tout!

Bacaan :

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Nh._Dinihttps://satupena.id/2020/03/18/obituary-nh-dini-indonesian-feminist-literary-figure/

https://www.google.com/amp/s/www.gramedia.com/blog/kenangan-manis-sepak-terjang-karir-sastrawan-nh-dini-hingga-menutup-mata/amp/

One Comment Add yours

  1. atthecorner berkata:

    Termasuk pengarang favorit saya 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s