Aku

Seorang manic-depresif yang anarkis. Itulah analisaku sendiri. Jangan tanya mengapa aku bisa tega menyimpulkan hal seperti itu, terlebih kepada diriku sendiri.

Yang jelas, aku tahu benar bagaimana hidupku sendiri. Imajinasi dan realita bergaris sangat tipis, dan anehnya keduanya dapat berjalan bersinergi, walau terkadang keduanya juga bisa berabstraksi dalam seketika.

A sophisticated simplicity, itu pendapat sahabatku dulu. Sampai sekarang, aku belum tahu apa maksudnya itu, tapi karena ia sudah bertahun-tahun secara rutin bersinggungan langsung denganku. Rasanya sih, ia tidak akan mengada-ada.

Siapapun dapat menuduhku dengan seenak perutnya. Aku tidak pernah peduli dan tidak akan membela diriku sendiri. Siapapun dapat mengambil segala yang kupunya. Aku pastinya hanya akan tertawa, lalu segera merumuskan arah jalanku selanjutnya.

Siapapun dapat mengurungku dalam waktu yang lama. Aku akan bersyukur karena akhirnya mempunyai waktu khusus dan ruang yang sangat pribadi, untuk melanjutkan mimpi.

Camkan ini, siapapun dapat melakukan apa saja kepadaku kecuali membunuhku. Aku tidak akan pernah mati dan juga tidak pernah sendiri.

Aku sekata dengan seorang Kahlil Gibran. Aku percaya bahwa aku adalah anak dari kehidupan yang sedang mencari arti hidupnya sendiri.

Aku berhutang banyak pada Faraday, Tesla dan Edison. Aku sadar, bahwa aku ini adalah seorang pecandu listrik, aku tidak tahu apa jadinya diriku ini, bila tidak ada lagi arus listrik.

Aku sangat terinspirasi pada seorang Kefas. Kuakui terkagum dengan luar biasa, bagaimana seorang penyangkal Tuhan sepertinya, bisa dapat dipercaya untuk menjaga pintu surga.

Mereka adalah beberapa hasil dari ketidakmungkinan yang mutlak. Teralinea dari milyaran rencana paling matang yang pernah ada di bumi ini. Tentunya akan sangat menyenangkan, bila dapat bermain kartu bersama mereka semua.

Ketidakmungkinan yang mutlak, yang teralinea dari milyaran rencana paling matang yang pernah ada di bumi ini. Apakah kau sudah mengerti akan hal itu?

Hal-hal yang paling berpengaruh dalam sejarah bumi ini lahir dari perjalanan urakan sebuah konsep. Banyak yang pasti menertawakan, bila aku menyatakan pendapat ini secara lantang.

Itu adalah penyakit akut manusia, kita cenderung lebih menuntut produk daripada sebuah ide. Padahal produk itu hasil dari ide, dan aku yakin sekali, telah banyak sekali ide luar biasa yang terbuang percuma akibat penyakit akut ini.

Mari kita lupakan sejenak Plato atau juga Aleksander yang agung. Mari kita ingat kembali Einstein atau juga Hitler. Empat sosok hebat dari dua realita yang berbeda.

Pada masanya semua orang pasti memprediksi bahwa Plato dan Aleksander kecil akan menjadi seorang yang megah. Aku tidak begitu yakin pada penilaianku sendiri, bila dahulu aku bertemu dengan Einstein dan Hitler kecil. Mungkin saja aku akan merundung mereka berdua dengan seenaknya.

Bagaimana ? Baiklah aku akan berikan sebuah contoh yang paling mencengangkan lagi.

Percayakah dirimu, bila catatan pendek dari tiga tahun setengah kehidupan dari seorang anak tukang kayu miskin, yang pada akhir hidupnya merupakan seorang terpidana mati, dapat menjadi pedoman hidup jutaan manusia dari 2000 tahun yang lalu, sampai saat ini.

Tiga tahun setengah dari kehidupan seorang jelata dapat mengubah dunia dengan begitu hebatnya.

Menurutku kemungkinan yang mutlak itu adalah sesuatu yang sangat jahat. Sadari ini, hitam dan putih itu tidak pernah menjadi bagian dari warna, lebah itu tidak mungkin dapat bisa terbang, sariater itu di Subang bukan di Garut, dan Molko adalah seorang laki-laki.

Aku tidak bisa percaya begitu saja pada itu semua. Kita hidup dalam sebuah kenyataan yang sebenarnya mengilusi kawan, atau mungkin juga sebaliknya. Aku sih sudah memecahkan setiap cermin yang ada di rumahku. Bagaimana denganmu?

Kamu kira aku sedang bercanda saja. Tidak, aku sangat serius seperti layaknya seorang sadomasokis di waktu petang. Catat segala perkataanku tadi, pulang ke rumahmu, tidurlah lebih cepat dari biasanya, lalu mulailah mengamati.

Aku teringat saat dulu berteriak kalau semua ini sudah keterlaluan, berikrar akan ikut saja masuk ke dalam system lalu memulai kehidupan normal. Namun tak lama aku menemukan sebuah kesimpulan, manusia normal tidak mungkin masuk ke dalam system yang busuk.

Sekarang pertanyaannya adalah masuk dalam golongan yang mana dirimu ini? Bergabung dengan manusia normal sepertiku, yang dianggap sebagai orang gila oleh masyarakat gila yang dianggap normal, atau sebaliknya?

Semuanya terserah padamu kawan. Yang jelas aku sangat percaya bahwa Tuhan itu tidak gila. Tuhan itu nyentrik.

Elang menerkam tanpa rasa, Angsa mempunyai iramanya sendiri, penguin berpose kikuk, ketiga-tiganya monogami. Kura-kura membosankan, buaya menyamar seperti kayu, komodo terisolasi di gugusan pulau terpencil, ketiganya mahluk purba yang berhasil bertahan sampai jaman modern ini.

Walaupun demikian, bumi ini bukanlah sebuah sirkus mahal dimana variasi pertunjukannya dapat selalu mencengangkan. Dari sejak awalnya, konsep bumi adalah sebuah taman. Sebuah taman bermain kecil, bila aku boleh mendeskripsikannya sesuai proyeksi khayal ini.

Mampus! Sekarang aku sedang membicarakan Tuhan, seakan-akan aku ini teman baiknya. Dan aku juga baru ingat, sudah dua hari lamanya, belum mencoba untuk tidur.

Jadi begitu saja kawan. Ingat besok kau harus mengingat segala ucapanku tadi tapi juga harus melupakan namaku. Dengan begitu aku tidak akan pernah mati. Bila nanti kita kembali bersua, aku akan mengatakan hal yang baru.

Berharaplah bahwa kita sudah berhenti menangisi hari kemarin. Berskeptis tapi jangan lupa untuk selalu mendoakan. Setidaknya bila seperti itu, akan ada sebuah email yang masuk nantinya.

3 Comments Add yours

  1. mirzakecil berkata:

    Membaca ini, rasanya seperti diberondong kenyataan yang tak benar-benar nyata, namun cukup menyentak suatu bagian dari diriku. Dan lepas dari itu semua, aku juga tak bercanda, meskipun gelak tawa masih bisa bersuara.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Anonim berkata:

    Keren sekali. Surealisme yang sangat indah

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakhadhitya berkata:

      Terima kasih.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s