Pengabdi Tuan

Di sudut kota bagian tenggara, para anjing jalanan seperti biasa berkumpul seminggu sekali. Setiap sabtu malam, bertempat di gedung tua yang sudah lama terbengkalai. Sarang rahasia untuk mereka yang tidak mampu hidup di jalan dengan soliter.

Tadinya, mereka menggunakan ajang ini untuk berbagi info tentang restoran mana saja yang paling enak sampahnya ataupun strategi melarikan diri bersama, saat datang petugas dinas yang tugasnya menjaring anjing dan kucing liar.

Tapi semakin lama, ajang berkumpul ini malah lebih sering menjadi sarana perkenalan anggota baru. Dan sesungguhnya, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar lahir dan besar di jalan.

Sang anjing alphalah yang pertama kali memulai dengan bertanya, ” Jadi apa ada anjing baru minggu ini?”

Seekor anjing hitam pincang maju ke depan dan memulai laporannya. “Ada seekor Husky buta dan tua yang lima hari kemarin dibuang pemiliknya bos.”

“Okay, perkenalkan dia kepada kita semua sekarang,” balasnya sambil memperhatikan sekeliling, mencari di mana anjing import asal daerah sub-tropis itu.

Si pelapor menunduk dan merendahkan tubuhnya sampai menyentuh lantai. Ia tahu benar kalau sang alpha tidak akan suka dengan akhir dari laporannya ini.

“Husky itu menolak untuk beranjak dari tempatnya dibuang. Katanya, ia akan terus menunggu di sana sampai pemiliknya kembali untuk menjemputnya pulang.”

Suasana sarang seketika itu juga menjadi berbeda. Hampir seluruh perhatian mereka jadi tertuju pada barisan anjing di sebelah kiri sang alpha. Kepada lima ekor anjing renta yang sedang saling mengaing sedih.

Sang alpha menarik nafas panjang dan terdiam berpikir untuk beberapa saat. Tradisi bersahabat dengan manusia rasa-rasanya sudah usang dan tidak relevan lagi. Tapi ia juga sadar, bahwa kebodohan ini akan sangat sulit hilang dari naluri spesiesnya.

“Jemput paksa si bule itu sekarang. Bilang kalau tuannya tidak mungkin datang dan berhenti membodohi dirinya sendiri, dengan terus mengabdi kepada manusia,” perintah sang alpha dengan lantang.

9 Comments Add yours

  1. metalovefora berkata:

    mungkin, itulah kenapa ada yang bilang kalo misalnya anjing adalah peliharaan yang paling setia kepada Tuannya. jadi meski sudah dibuang tetep saja masih menunggu tuannya mengambil si anjing itu lagi.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Staphelton berkata:

    We don’t deserve dog :”””

    Disukai oleh 1 orang

  3. Grant Gloria berkata:

    Sedih banget, kasihan ya para anjing yang dibuang

    Disukai oleh 1 orang

  4. Sondang Saragih berkata:

    Sungguh tinggi rasa perikebinatangan si Alpha…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Mungkin karena si Alpha punya masa lalu yang sama Moms. 😊

      Suka

  5. miss kacamata berkata:

    sang alpha peduli dengan husky, tapi kenapa dia merusak kesetiaan husky?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Karena kesetian si Husky sudah tidak make sense lagi. 😊

      Disukai oleh 1 orang

      1. miss kacamata berkata:

        Si Husky susah move on😅

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s