Sita

Aku adalah pembesuk terakhir pada malam kau putuskan pergi. Di luar, ibumu sudah biru, meratap nasib dengan nanar, tak kuasa membendung duka.

Ah, coba kau lihat bagaimana dirimu malam itu. Amat cantik walau berhias selang-selang medis. Tersenyum lemas namun tetap saja selalu ikhlas, bahkan kepada orang yang sudah lama menghilang.

Kubisikkan sepenggal kalimat pada telingamu yang sebelah kiri. “Tunggulah barang sebentar, aku akan ikut denganmu malam ini.”

Lalu kau belai kedua alisku pelan bergantian, menjawab dengan sisa nafas yang ada. “Ritual sati bukan untuk Sri Rama, sayang.”

4 Comments Add yours

  1. Staphelton berkata:

    Keren banget!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Terima kasih apresiasinya.

      Suka

  2. nikensmartini berkata:

    TUlisannya OK nih, penulis novel kah?

    Suka

    1. Rakha berkata:

      Masih amatir kak. Terima kasih apresiasinya. 🙏

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s