Talos

Jika kita sedang membicarakan berbagai kisah fiksi fantasi dunia, maka harus diakui, bahwa mitologi Yunani cukup mendominasi. Siapa coba yang tidak kenal Hercules, Zeus, sampai Athena.

Ada satu tokoh mitologi Yunani yang sebenarnya, cukup penting dalam perkembangan peradaban manusia modern.

Talos

Adalah sebuah automaton alias mesin yang dapat bergerak secara otomatis. Kisahnya dalam mitologi memang singkat dan tidak begitu terkenal. Tapi sosok Talos cukup sering hadir pada berbagai peninggalan Yunani kuno, seperti pada uang koin, ukiran tembikar dan juga seni patung. Digambarkan sebagai raksasa yang berpakaian layaknya seorang panglima Trojan.

Talos diciptakan oleh Hephaestus, dewa pandai besi atau sebut saja dewa teknologi Yunani, karena dia memang seringkali menciptakan penemuan ajaib dalam cerita mitologi. Fungsi Talos sendiri adalah untuk menjaga pulau Kreta pada daerah pesisir. Melindungi pulau tersebut dari bentuk ancaman apapun yang hendak berlabuh di sana.

Raksasa ini terbuat dari logam pada seluruh bagian tubuhnya; campuran besi, baja dan perunggu. Ia hidup karena mempunyai ichor alias darah ilahi dari Olympus. Sederhananya, Hephaestus membuat sebuah tubuh logam lalu memasukan ichor agar tubuh itu dapat hidup.

Kreta aman dengan kehadiran Talos yang tentunya dapat berjaga sepanjang waktu. Singkat cerita, pada akhirnya Talos dapat dikalahkan oleh Medea, seorang wanita penyihir yang juga merupakan cucu dari salah satu Dewa.

Medea dengan cerdik memperdayai dan ‘membunuh’ Talos dengan cara mengeluarkan ichornya dari sebuah ‘sekrup’ yang longgar pada kaki automaton raksasa tersebut.

Lupa servis ini pasti Hephaestusnya.

***

Yang membuat kisah ini menarik bagi saya, adalah bagaimana kisah mitologi yang sudah teramat lampau, ternyata dapat menginspirasi teknologi dunia modern seperti sekarang. Tepatnya dalam bidang robotik dan kecerdasan buatan.

Maka tidak heran jika banyak ilmuwan yang menganggap Talos merupakan bapak dari seluruh robot dengan kecerdasan buatan yang ada di dunia. Sebuah fiksi fantasi yang akhirnya dapat ‘dilogikakan’ oleh ilmu pengetahuan.

Einstein sebagai ilmuwan ternama sempat berucap, kalau imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan. Saya sepertinya tidak dapat mendebat pernyataan tersebut.

Dan ada juga sebuah kutipan dari seorang penulis fiksi hebat, yang rasanya tepat untuk dibagikan di sini.

Dongeng tidak mengajarkan kita kalau mahluk superior seperti naga itu, ada dan nyata.

Tapi dongeng mengajarkan kita, bahwa mahluk inferior seperti manusia, sebenarnya dapat mengalahkan seekor naga.

Neil Gaiman.


Referensi bacaan :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s