Komedian

Jaques adalah seorang pegawai istana kerajaan. Ia bertanggung jawab untuk mencari bakat-bakat istimewa yang nantinya dipilih sebagai penghibur di istana. Entah itu penari, penyair, penyanyi atau juga pemain akrobat.

Sudah tiga hari, Jaques terpesona dengan kejeniusan seorang pria. Seorang seniman tunggal, seorang komedian. Yang kerap tampil di hiruk pikuk pasar pinggiran kota.

Hari pertama, pria ini berteriak bahwa monarki harus segera runtuh karena sudah tidak layak lagi. Sebuah topik lawakan yang baru. Tentu saja, hal ini menjadi hiburan unik bagi para penontonnya.

Hari berikutnya, pria ini berpakaian hanya dengan menggunakan sebuah papan yang bertuliskan liberté, légalité, dan fraternité. Sekali lagi, merupakan sebuah metode melawak yang paling anyar. Gimmick ini pun berhasil menarik perhatian yang lebih banyak lagi.

Hari ini, adalah puncak dari seluruh lelucon jeniusnya. Ia berkelakar bahwa tidak lama lagi, Bastille akan diserbu dan Raja Louis akan dipenggal petani. Tentu saja sebuah khayalan yang absurd, tapi tetap saja si pelawak berhasil membalut itu semua dengan komedi yang luar biasa.

Tiga dari tiga, sudah lebih dari cukup untuk seluruh penilaian pribadi Jaques. Jadi dengan penuh kepercayaan diri, ia mengundang pria itu untuk tampil pada jamuan makan malam istana nanti malam. Sebelum sempat menyebutkan upah yang akan diberikan, sang seniman sudah sigap menjabat tangannya sebagai tanda setuju.

Perkiraan Jaques sangat tepat. Malam itu, keluarga raja dibuat terpingkal-pingkal saat mendengar seluruh lawakan dari seniman pilihannya tersebut. Sebuah seni pertunjukan sederhana yang memukau semuanya.

Raja Lois tertawa begitu keras saat sang komedian membawakan materi mengenai hutang luar negeri kerajaan Prancis. Bahkan, Raja sama sekali tidak menenggak anggur kesukaannya selama pertunjukan tersebut berlangsung.

Apalagi dengan sang Ratu. Ia harus melonggarkan ikatan korsetnya supaya dapat dengan bebas tertawa lepas, setelah mendengar lawakan tentang para petani yang nantinya, mau tidak mau akan menyerbu istana. Trés bien!

Jaques segera memeluk erat sang komedian setelah jamuan makan usai. Tentu saja, akan ada banyak tawaran lagi untuknya ke depan. Mungkin Jaques akan mengajukannya sebagai penampil rutin saat istana menjamu tamu-tamu mereka.

Tapi sungguh aneh, si penghibur seperti tidak terkesan dengan pertunjukannya barusan. Dengan lesu dan penuh kecewa, ia membereskan papannya, menjabat tangan Jaques dan mulai melangkah pergi ke luar istana.

“Ada apa Monsieur?” tanya Jaques seraya menghentikan langkah si pria.

Ia terdiam sejenak. Menoleh ke arah Jaques, lalu menggelengkan kepala.

“Tidakkah kamu lupa akan sesuatu?”

“Berikan saja upahku pada pengemis-pengemis yang ada di pasar,” jawabnya masih dengan nada yang lesu.

“Tidak ada yang pernah membuat Marie Antoinette sebahagia hari ini, mon amie. Tidak Raja sekali pun,” Jaques mencoba menerangkan.

Jaque sangat penasaran, apa alasan kekecewaan pria ini sebenarnya. Ia terbukti amatlah brilian. Seharusnya, ia berhak untuk langsung berbangga diri, atau bahkan mematok harga yang tinggi untuk penampilan selanjutnya.

Pria tersebut berbalik, melangkah mendekati Jaques. Seketika itu juga, mukanya berubah penuh dengan ekspresi kesal dan suara gemeretak gigi yang tidak tertahan.

“Aku ini demonstran, bukan komedian!” teriaknya tepat di depan wajah si pegawai istana.


*hanya sebuah adaptasi fiksi.

27 Comments Add yours

  1. cerita nina berkata:

    Waduuuh. Pantesan ngambek hahaha. Aku terhibur pagi ini.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      🙏🙏🙏

      Suka

  2. Rahma Frida berkata:

    Hahaha ~ padahal dia gak salah panggung kan yaa 😂😂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Nah, bisa jadi 😁

      Suka

  3. muktasimbillah berkata:

    Seperti ini kah penguasa melihat para kritikusnya…?!
    Keren mas rakha…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Seperti itukah, masyarakat ( orang-orang pasar ) melihat suara yang ‘mendukung’ mereka? Saya tambahin pertanyaannya mas, supaya afdol. 😁

      🙏🙏🙏

      Disukai oleh 1 orang

  4. Jadi intinya si raja itu ngga ngerasa dirinya sedang disinggung?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Kalau di pasar saja “suara” itu dianggap lawakan apa lagi raja mas.
      Terima kasih karena telah membaca 🙏🙏🙏

      Suka

  5. Afridani berkata:

    Ini keren banget. Saya gak peduli meskipun ini adalah adaptasi cerita fiksi. Saya membayangkan sisi lain komedian sebagai antitesa sebuah kekuasaan. Dan mengatakan bahwa ia adalah seorang demonstran adalah puncak cerita dan perjuangan hidupnya sebagai manusia. Atau mungkin itu adalah awal (?) This must be a history or should be one.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Terima kasih kak.
      Ini benar-benar fiksi kok. Kemarin kepikiran saja, sepertinya seru saja menulis adegan satir fiksi dengan latar revolusi Prancis. 🙏

      Disukai oleh 1 orang

  6. sondang Saragih berkata:

    Ha ha ha,,, benar2 ngakak saat baca dia bilang dia demonstran buka komedian.
    Sebagai gambaran, bahwa kala itu demonstran tidak dianggap.😁😁
    Lain dengan sekarang, komedi beneran pun bisa kena pasal demi pasal sampe berlapis2, sampe pasal surga segala macam.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Wah terima kasih atas apresiasi ngakaknya Moms.
      Sedang belajar menulis satir. 🙏🙏🙏

      Suka

      1. sondang Saragih berkata:

        Belajar saja sudah keren begini,,,mantap👍

        Suka

      2. Rakha berkata:

        Duh, rasanya masih butuh banyak masukan dari teman-teman semua kok moms. 🙏

        Suka

  7. Fransisca berkata:

    Hahahahaha
    Demonstran tunggal yang tampak seperti komedian xD

    Bahaya tuh 😋
    Semangat ya thor

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Hehe. Terima kasih.

      Suka

      1. Fransisca berkata:

        Temenku suka sama ceritanya

        Suka

      2. Rakha berkata:

        Wah, terima kasih sekali lagi kalau begitu.

        Suka

      3. Fransisca berkata:

        Sama2 kha
        Semangat ya

        Suka

      4. Rakha berkata:

        Siap.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s