Dewi Tidurku

Masihkah kau ingat dengan kencan kita yang pertama. Saat itu, aku memulainya dengan gombal ‘recehan’ ala acara televisi di waktu petang.

” Bapak kamu alien ya?” begitu caraku memulai.

” Bukan, Bapak saya Zeus. Dewa dari segala dewa,” bantahmu karena sebal.

Lalu kita berdebat tentang alien dan Zeus. Kubilang bahwa untuk apa punya ayah yang adalah dewa segala dewa, tapi merupakan pribadi yang gemar berselingkuh.

Tentu saja kau bersikukuh. Bagimu, mempunyai ayah seorang tukang selingkuh jauh lebih baik, daripada harus hidup seperti Gamora dan Nebula. Setidaknya kau bisa menjadi dewi, layaknya Athena atau Aphrodite.

Kemudian kita tertawa, bercinta lalu berdebat. Tertawa, bercinta lalu berdebat. Tertawa lagi, bercinta kembali dan berdebat lagi.

Kini, kau sudah tenang seperti puteri. Tunggulah dulu di situ. Jangan tergesa berubah menjadi peri dan menyelinap keluar dari peti.

Jam kerjaku sudah akan usai. Jadi sebentar lagi, aku akan pulang dan menguburmu di area kosong belakang rumah, lengkap dengan segala keangkuhanmu itu.

Aku pun berjanji, tidak akan lupa untuk mengabari keluargamu, seraya menyerahkan diriku sendiri ke kantor polisi.

19 Comments Add yours

  1. andaritian berkata:

    Ini endingnya gore atau isi kepalaku yang kontam hal-hal macam gitu?

    Tapiii!! Aku suka sekali tulisannya. Ringkas berisi hehe..

    Salam kenal ^^

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Hehe. Salam kenal juga 🙏

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s