Slogan Ajakan Membaca

Akui saja, bahwa di negeri ini budaya membaca tidak begitu populer, tidak terkecuali di kalangan generasi muda dan remajanya.

Coba bayangkan bagaimana beratnya menjadi seorang Najwa Shihab, yang mengemban tugas menjadi Duta Baca Indonesia sejak tahun 2016, selama empat tahun berturut-turut.

Tanpa sengaja, secara sembarang, saya jadi terpikir sebuah cara untuk menjadikan budaya membaca menjadi lebih populer. Namun harus diingat, ini bisa jadi benar, tapi juga mempunyai kadar ngawurness yang bisa jadi cukup tinggi loh ya.

Menurut saya, mungkin salah satu caranya adalah merubah slogan-slogan ajakan membaca yang kaku. Coba saja bung dan nona googling sendiri dengan keywords tersebut.

Saat tulisan ini diketik, saya menemukan kalimat-kalimat yang seperti ini.

  • Dengan membaca kita akan tahu isi dunia.
  • Mari membaca biar jadi pintar.
  • Membaca buku dapat merubah hidupmu selamanya.
  • Hari ini menjadi pembaca, besok menjadi pemimpin.
  • Bangsa membaca, bangsa berjaya.
  • Membaca itu cerdas.

Wow. Kok serius-serius amat ya? Yakin masih cocok?

Sekarang sudah bukan jamannya Rangga apalagi Ratna,
sekarang ini merupakan jamannya Dilan.

Dilan sudah pasti merupakan seorang pembaca. Kemampuannya meluluhkan hati Milea dengan rayuan-rayuan puitis yang tidak mainstream, membuktikan kalau Dilan adalah seorang pembaca. Mirip-mirip Rangga yang doyan semedi di perpustakaan, namun dengan gaya yang berbeda.

Maka, rasanya ada baiknya kalau slogan ajakan membaca itu sedikit direvisi agar lebih santuy, misal :

  • Membaca adalah bahan utama kekerenan yang hakiki.
  • Malas membaca pangkal jomblo.
  • Menjadi pembaca sekarang, menjadi Maudy Ayunda kemudian.
  • Buku adalah cara browsing terbaik untuk menghemat kuota.
  • Buku terbukti bisa bikin baper, tapi daripada mager?

Atau apapun yang sesuai dengan gaya komunikasi populer sekarang ini. Bung dan nona ada yang mau menambahkan?

Cara berkomunikasi dengan gaya bahasa yang sefrekuensi sudah terbukti ampuh dapat mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu.

Mungkin, hal ini bisa diterapkan sebagai cara mengajak orang lain untuk membaca. Misi lebih besarnya adalah meningkatkan budaya membaca orang tersebut, atau bahkan pada lingkungan kita sendiri.

15 Comments Add yours

  1. Haha menarik idenya, bagaimana kalau membaca sebelum jari menari, rumus anti dibully…eh, ini sih khusus pembaca medsos ya…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Rakha berkata:

      Haha. Bisa juga ini.

      Suka

  2. Keren ni revisi slogan membacanya, kalau Kids zaman now ngajaknya emang harus begini biar lebih menarik 😁😁

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s