Dari Lusi Untuk Rudi

Dulu dengan entengnya, kau sempat berkata bahwa aku harus belajar menendang ombak, agar bisa menjaga diriku sendiri.

Aku kaget setengah mati, bukankah itu tugas seorang pria untuk terus menjaga wanitanya?

Dengan santainya, kau pernah berucap bahwa aku harus menimba ilmu semesta, agar mampu mencukupi hidupku sendiri.

Aku benci dirimu saat itu. Apa sebenarnya arti diriku ini dalam kehidupan abu-abumu itu?

Dulu juga pernah tanpa hati, kau berujar bahwa tidak ada yang perlu berkorban dalam hubungan kita ini.

Aku tersedu semalaman, wanita mana coba yang tidak akan menangis?

Tapi pada detik ini. Aku adalah seorang wanita yang akan menatap langit saat siang melancarkan serangan ultravioletnya. Aku dapat berjalan, berlari, melompat bahkan terbang atas usahaku seorang diri.

Dan kau pria absurdku.
Dengan artikulasi yang sangat jelas aku akan katakan ini,

“ Aku tidak membutuhkanmu!”

Namun dengan penuh kesadaran, aku pun harus katakan bahwa,

“ Aku mencintaimu!”

Sinting!
Aku, kamu dan cerita kita ini sinting.

Akhirnya aku tahu, bahwa dirimu hanya ingin sebuah cinta yang tanpa alasan. Tanpa motif kepentingan, ataupun kewajiban harus berkorban.

Cinta ini nyentrik, bukan cinta kebanyakan, bukan cinta yang pasaran.

Sekarang aku bersyukur karena memilikimu tanpa sebuah alasan apapun selain cinta.

Terima kasih untuk kisah fiksi ini, hai kau filsuf mudaku.

12 Comments Add yours

  1. nunabaper berkata:

    keren keren puisinya keren 🙂
    dtunggu karya nya lagi rakha

    saya mengartikan bahwa puisi cinta tidak mesti selalu cerita indah dan bahagia, cinta itu adalah perbedaan yang kadang menimbulkan pertengkaran , tapi di sudut lain itu menjadi bumbunya semakin tegar membina , diakhir pasti ada kata maaf jika cinta itu masih ada dan tetap akan bertahan sampai limit waktu yg tidak ditentukan, hingga ajal memisahkan
    salam 🙂
    sagung diah
    penulis blog nuna baper

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s